4 Metode Menghentikan Pendarahan dalam Kondisi Survival

Metode Mengehentikan Pendarahan. Ketika hidup di alam bebas, perlengkapan pribadi, logistik dan juga P3K memang sangat diperlukan. Alam liar tidak menjamin tidak akan ada hal buruk yang terjadi. Kegiatan di alam bebas adalah kegiatan dimana kita bisa terluka.  Kehilangan darah adalah salah satu hal yang mengancam jiwa yang diikuti dengan hilangnya nyawa. Lalu bagaimana cara untuk menghentikan pendarahan dalam situasi survival?

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghentikan tingkat pendarahan:

1. Angkat Bagian Tubuh

Bersihkan luka dari material yang ada. Jika mungkin, angkat bagian tubuh yang luka di atas jantung. Gravitasi akan menghentikan aliran darah dan membuatnya lebih mudah untuk berhenti.
Angkat Bagian Tubuh

2. Tekanan Langsung

Berikan tekanan pada luka karena darah tidak akan menggumpal sampai berhenti mengalir. Gunakan kain kasa atau kain yang tebal. Jika darah membasahi kainnya, tambahkan lapisan kain yang lain. Jangan menghapus lapisan karena akan merobek sistem pembekuan darah sehingga harus dimulai dari awal. Berikan tekanan sekitar 15 menit meski kadang juga memakan waktu lebih lama sekitar 1 jam. 
Berikan Tekanan
Jangan khawatir untuk mencari kain yang steril. Infeksi mungkin membutuhkan waktu seminggu untuk membunuh tapi kehilangan darah bisa menjadi pembunuh utama dalam hitungan menit.

3. Tekanan Pada Arteri

Teknik ini membutuhkan pengetahuan tentang tekanan arteri utama. Jika darah tidak juga berhenti, gunakan titik-titik tekanan. Ini adalah daerah dimana  pembuluh darah dekat dengan permukaan kulit. Menekan dibagian ini akan memperlambat aliran darah. 
Arteri Pada Tubuh
Tekan kuat antara arteri yaitu antara luka dan jantung. Titik tekanan yang umum adalah antara bahu dan siku, belakang lutut, daerah selangkangan.  Ada beberapa titik arteri yang digunakan dalam pendarahan parah dan yang paling umum adalah arteri femoral dan arteri brakealis

Arteri femoralis adalah titik tekanan untuk kaki. Ada satu di setiap paha atas, di dekat pangkal paha. Karena lokasi arteri yang dalam, membutuhkan tekanan yang lebih besar.
Arteri Brakialis  adalah titik tekanan untuk tangan atau lengan. Titik ini ada di bagian lengan atas antara bisep dan trisep tepi, beberapa inci di bawah ketiak. Rasakan denyut nadi di titik tersebut dan tekanlah dengan jari atau jempol. 

4. Tourniquet

Jika cedera terlalu parah sehingga ketiga metode diatas tidak bisa membendung aliran darah, tourniquet merupakan pilihan terakhir karena agak berbahaya. Anggota tubuh bisa rusak atau bahkan hilang. Jika harus melakukannya, gunakan kain dilipat atau sabuk lebar. Jangan menggunakan tali atau kawat.
Tourniquet
Ikat tourniquet antara luka dan jantung, beberapa inci di atas luka. Gunakan simpul persegi sederhana seperti mengikat sepatu tanpa busur. Dorong tongkar melalui simpul dan putar untuk mengencangkan. Kendurkan tourniquet setiap setengah jam atau lebih untuk melihat apakah masih diperlukan untuk menghentikan pendarahan. Ketika pendarahan telah berhenti, ikat luka dengan perban ketat.

Teknik Menghentikan darah yang tidak benar dan tepat bisa menyebabkan keadaan semakin buruk hingga berakibat fatal. Untuk itulah beberapa metode tersebut perlu dipahami sebagai bekal petualangan anda. Selamat Berpetualang !

Share :

Facebook Twitter Google+

0 Response to "4 Metode Menghentikan Pendarahan dalam Kondisi Survival"

Post a Comment