5 Serangga Berbahaya dan Beracun di Alam Bebas

Serangga Beracun di Alam Bebas. Serangga merupakan makhluk kecil yang pasti ditemui di alam bebas, meski kadang hewan ini juga ada di halaman rumah. Hewan ini menjadi hama ketika menggigit, menyengat atau mengganggu anda. Meski racun serangga bisa sangat berbahaya, sengatan lebah, tawon dan lebah jarang membunuh. Namun dalam semua kasus, antisipasi adalah jalan terbaik.

1. Kalajengking

Kalajengking bisa ditemukan di gurun, hutan dan hutan tropis, subtropis dan hangat. Kalajengking biasanya berwarna cokelat atau hitam di daerah lembab dan berwarna kuning atau hijau di padang pasir. Kalajengking tidak aktif di malam hari dan menyukai tempat lembab, remang dan gelap. Racunnya berada pada ujung ekornya yang akan terangkat jika dia merasa terganggu.
Kalajengking
Efek sengatan kalajengking bisa menyebabkan nyeri, rasa mual, sakit kepala, kenang, lumpuh sementara, mati rasa, pembengkakan, kesemutan dan pandangan kabur.
 
Jika terkena sengatan Kalajengking ada beberapa hal yang bisa dilakukan yaitu :
  1. Cuci bagian yang terkena dengan air dan (atau) sabun.
  2. Ikat pangkal bagian yang terkena.
  3. Kompres dingin bagian yang terkena.
  4. Oleskan minyak kayu putih. Bisa juga dengan memeri lada atau minyak goreng atau lumatkan asam dan taruh di bagian yang terkana.
  5. Beri antibiotik atau obat yang mengandung antihistamin.
  6. Minumlah air kelapa atau susu.
  7. Pijat bagian yang tergigit agar racun bisa keluar.   
 

2. Laba-laba

Laba-laba suka bersembunyi di tempat gelap. Beberapa laba-laba tertentu seperti laba-laba Fiddleback, gigitannya bisa menyebabkan degenerasi jaringan yang berlebihan dan bisa menyebabkan amputasi jika tidak segera ditangani. 
Laba - laba
Untuk itulah kenali jenis laba-laba yang menggigit anda. Jika laba-laba yang menggigit adalah jenis yang berbahaya atau jika anda tidak tau apa laba-laba tersebut berbahaya atau tidak, untuk mengantisipasinya bisa melakukan beberapa hal :
  1. Cuci bekas gigitan denagn air dan (atau) sabun.
  2. Kompres dingin bagian  yang terkena.
  3. Hambat penyebaran racun dengan menaikkan bagian tubuh yang digigit.
  4. Ikat bagian di atas bagian yang digigit, namun jangan sampai menghambat sirkulasi darah. 

 

3. Kelabang dan Kaki Seribu

Kelabang dan Kaki Seribu kebanyakan tidak berbahaya meski spesies tropis dan gurun bisa berukuran sampai 25 cm. Beberapa varietas lipan memiliki gigitan beracun, tetapi yang berbahaya adalah cakar tajam yang digunakan untuk menusuk kulit. 
Kelabang & Kaki Seribu
Gigitan kelabang dan kaki seribu bisa menyebabkan rasa sakit yang nyeri dan sulit diatasi mesti tidak menyebakan kematian. Gejalanya adalah sakit kepala, gangguan pernafasan, nyeri saat bernafas, sesak, denyut jantung bertambah cepat, mual dan tubuh menjadi lemah. Jika sudah infeksi, gigitan kelabang / kaki seribu bisa menyebabkan gangguan fungsi jantung, sakit kepala yang parah dan pembengkakan kelenjar getah bening.

Ggigitan kelabang dan kaki seribu bisa menyebabkan tetanus. Jika terkena gigitan kelabang atua kaki seribu, bisa melakukan hal yang sama :
  1. Bersihkan bekas gigitan dengan sabun dan (atau) air.
  2. Beri antiseptik pada gigitan.
  3. Kompres dingin bekas gigitan.
  4. Beri obat anti nyeri atau gunakan salep yang mengandung hidrokortison jika bekas gigitannya menyebabkan gatal. Bisa juga dengan memberikan antibiotik.
  5. Bersihkan daerah sekitar bekas gigitan.      

4. Lebah dan Tawon

Lebah datang dalam banyak varietas dan memiliki habitat. Lebah dikenal dengan tubuh berbulunya yang tebal, sedangkan tawon memiliki tubuh ramping dan nyaris tidak berbulu. Beberapa lebah seperti lebah maduk hidup dalam koloni yang biasanya terdapat di gua atau pohon berlubang.
Lebah
Bahaya utama dari lebah adalah duri yang ada di perutnya. Ketika lebah menyengat, duri yang menusuk kulit anda akan keluar bersama dengan kantung racun.

Jiak digigit Lebah dan Tawon, segera hilangkan kantung racun namun jangan memencetnya karena akan semakin mendorong racun ke dalam. Goreslah dengan kuku atau pisau setelah itu cuci dengan air dan sabun untuk mengurangi infeksi. 

Untuk meringankan gatal yang disebabkan gigitan serangga bisa dengan kompres dingin, pasta pendingin (odol), madu, antihistamin, getah dandelion, daging kelapa, siung bawang putih, kentang mentah, yang dihancurkan dan bawang. campuran air dan lumpur juga efektif mengobati serangan lebah.

5. Kutu

Kutu arakhnida yang berada di daerah tropis umumnya memiliki tubuh yang lunak atau keras. Kutu membutuhkan sejumlah darah untuk bertahan hidup dan bereproduksi. Ini yang membuat mereka berbahaya karena bisa menyebarkan penyakit yang pada akhirnya bisa berakibat fatal.
Kutu
Jika tergigit oleh kutu, anda bisa membersihkan bekas gigitan dengan air hangat, lalu gunakana antihistamin untuk menghilangkan gatal dan berhentilah menggaruk bagian yang gatal.

Waspadalah terhadap kutu ketika melewati vegetasi tebal atau saat mengumpulkan bahan alami untuk membangun tempat penampungan.

itu adalah 5 serangga yang wajib untuk diwaspadai ketika melakukan perjalanan ke alam bebas. Sebaiknya gunakan pakaian lengan panjang dan sediakan antibiotik dan krem serangga dalam persiapan perjalanan anda. Selamat Berpetualang !

Share :

Facebook Twitter Google+

1 Response to "5 Serangga Berbahaya dan Beracun di Alam Bebas"

  1. Agh! 🐌🐛🐜🐝🐞🐲🐉🐚🐧🕷 (serangga serangga) ini aku bisa menangkap, loh! Tapi serangga serangga ini beracun... Jadi aku dapat mematikan kalau terkena racun serangga serangga ini...

    ReplyDelete