Survival Mindset - Pengaruh Paling Penting Dalam Situasi Darurat

Survival Mindset. Menjelajah ke alam bebas, tersesat, bertahan hidup. Ketiga hal itu adalah hubungan sebab - akibat yang tidak ingin dialami siapapun ketika melakukan perjalanan ke alam bebas. Teknik survival atau bertahan hidup tidak dimulai dengan membangun tempat darurat atau menyalakan api. Anda harus mengembangkan pola pikir untuk selamat. Dalam setiap cerita kehidupan yang nyata, ada berbagai ciri mental dari tiap-tiap orang yang memungkinkan mereka untuk bertahan. Mengembangkan pola pikir sangatlah penting, karena pada perjalanan ke alam bebas, hal yang paling berat adalah menaklukkan diri sendiri termasuk pola pikir yang negatif. 
Learn Survivor Mindset
Konsep S.T.O.P dalam situasi tersesat mengharuskan siapapun untuk Think atau berfikir. Disinilah pola pikir digunakan. Berikut adalah pola pikir yang dibutuhkan dalam situasi bertahan hidup :

1. Sikap Positif

Sikap positif adalah prioritas teknik survival dalam menghadapi kesulitan dan merupakan salah satu ketrampilan yang peling penting untuk dikuasai meski ini juga ketrampilan yang paling sulit dikuasai. Teruslah bersikap positif setiap hari sehingga akan akan siap ketika anda terjebak dalam bencana maupun tersesat di hutan. 

Seorang pesimis akan selalu fokus pada sisi buruk dari situasi dan sering merasa kewalahan. Hilangkan hal itu dan cobalah berfikir positif sebisa anda sambil mempertahankan situasi pada realitas.

2. Mental Ketangguhan

hal ini bukan tentang ketangguhan fisik seperti banyaknya stamina hingga banyaknya rasa sakit yang bisa anda tolerir. Ini berbicara tentang kekuatan kehendak dan ketangguhan pikiran. Anda harus mengalahkan kelemahan, mentolerir rasa tidak tahan dan mengalahkan keinginan untuk menyerah.

Penurunan kapasitas mental tidak terlalu mengherankan meski hal ini jarang terjadi pada seseorang dalam keadaan darurat. Pertimbangkan faktor kelelahan, cedera, dehidrasi dan stress emosional dalam keadaan darurat. Faktor-faktor tersebut akan menyebabkan hal yang lebih buruk. Dengan pikiran ini, pantaulah diri sendiri maupun orang lain yang mencangkup depresi, kemarahan, frustasi, hiperaktif, perasaan bersalah, ide bunuh diri maupun perilaku irasional. Lakukan apapun untuk menghindari 'menyerah' dan 'mati'.

3. Motivasi

Apa yang memotivasi seseorang untuk tetap hidup ketika segala sesuatu yang buruk sudah terjadi?. Banyak cerita hidup berbicara tentang 'sesuatu' yang bisa memotivasi untuk tetap bertahan pada kondisi sulit. Kebanyakan mereka bercerita keinginan untuk kembali ke keluarga, teman dan orang-orang terkasih. Apa yang memotivasi untuk tetap hidup dalam kondisi survival berbeda pada setiap orang dan anda harus tau apa motivasi anda.

Keputusasaan adalah racun dari motivasi. Jika anda kehilangan harapan bahwa anda akan bersatu kembali dengan orang-orang terkasih, atau jika anda percaya Tuhan telah meninggalkan anda, maka anda memang berada pada situasi yang buruk. 

4. Etika Kerja

Siapapun yang rajin bekerja merupakan faktor utama dalam mentalitas bertahan hidup. Memiliki pengalaman yang sulit bisa mengajarkan seseorang untuk bekerja lebih keras. Dalam kondisi survival, etika kerja harus dimiliki karena menyelesaikan 'pekerjaan' sampai selesai juga berarti 'apapun sampai selamat'. Orang yang memiliki etika kerja yang kuat akan selalu berusaha mencari jalan keluar apapun caranya.

Kemalasan adalah hal yang harus dihilangkan dalam hal ini untuk mencegah terjadinya hal yang lebih serius. Duduk-duduk di tenda darurat berarti bahwa anda tidak berminat mencari makanan atau membuat sinyal pertolongan darurat. Anda bisa melakukan apapun, jadi jangan malas.

5. Kemampuan Beradaptasi

Bertahan hidup dan adaptasi selalu berjalan beriringan. Pikirkan tentang kelangsungan hidup tanaman dan hewan di sekitar. Mereka semau hidup karena mempu beradaptasi. Orang-orang yang tidak bisa beradaptasi dengan lingkungannya akan mati, sedangkan yang bisa beradaptasi akan bisa menjaga kelangsungan hidup. Anda harus mempu beradaptasi dengan perubahan situasi,peristiwa dan lingkungan. Anda juga harus bisa mengenali hal-hal yang harus dilakukan dan hal-hal yang perlu ditinggalkan.

Keras kepala bisa menjadi hal yang baik, namun terlalu keras kepala bisa membawa anda lebih cepat pada kematian. Keras kepala adalah penolakan untuk beradaptasi dan itu merupakan hal sederhana yang bisa menyakiti anda. Mungkin anda dilahirkan dengan sifat keras kepala dan ego yang tinggi, sehingga kadang ego anda berkata bahwa anda tidak bisa gagal. 

Hal yang perlu diingat adalah jangan takut untuk berubah. Jika sesuatu tidak bekerja, tidak akan merubah apa-apa dan jangan biarkan keras kepala anda membunuh anda atau orang lain.

Anda harus melatih beberapa pola pokir yang akan membantu anda dalam kondisi darurat. Meski anda memiliki teknik survival bertahan hidup yang begitu luar biasa, pola pikir adalah hal yang sangat penting untuk memulai teknik survival anda.  Selamat Berpetualang !

Share :

Facebook Twitter Google+

0 Response to "Survival Mindset - Pengaruh Paling Penting Dalam Situasi Darurat"

Post a Comment