Cara Mengidentifikasi dan Mengobati "Altitude Sickness"

Cara Mengobati Penyakit Ketinggian (Altitude Sickness). Penyakit di gunung tidak selalu hanya hipotermia yang harus diwaspadai. Penyakit ketinggian adalah Mountain Sickness yang perlu diwaspadai bagi para penggiat alam. Tentu saja penyakit ketinggian sama bahaya'nya dengan hipotermia, momok penyakit nomer satu di gunung. Seorang pendaki tidak harus mendaki gunung Jaya Wijaya maupun Himalaya untuk menghadapi penyakit ketinggian. Siapapun yang hiking, trekking atau hanya nongkrong beberapa ribu meter di atas permukan laut bisa terserang penyakit ketinggian (altitude sickness).
penyakit ketinggian
About Altitude Sickness?
Penyakit ketinggian ada dalam 3 variasi, dimana dua diantaranya bisa berubah fatal, yaitu :
  1. Acute Mountain Sickness (AMS) : Versi umum yang paling ringan.
  2. High Altitude Cerebral Edema (HACE) : Ketika otak mulai membengkak.
  3. High Altitude Pulmonary Edema (HAPE) : Ketika paru-paru mulai terisi cairan.

Penyebab Altitude Sickness

Ketika merasakan penyakit ketinggian, tubuh akan bereaksi terhadap semakin kurangnya oksigen di udara yang ada di ketinggian yang lebih tinggi daripada kemampuan tubuh untuk di tempat tinggi tersebut. Tekanan udara tergantung pada berat udara di atas anda, yang mengapa ketinggian yang lebih tinggi memiliki tekanan udara lebih rendah.
penyakit ketinggian
Hubungan Ketinggian dan Tekanan Udara

Gejala dan Pengobatan Altitude Sickness

Meskipun gejala dan perkembangan penyakit ketinggian bervariasi, respon untuk membawa orang ke tempat yang lebih rendah adalah pengobatan yang paling efektif untuk semua kondisi ini. Sedangkan respon yang buruk adalah terus membawanya ke tujuan pendakian anda.

1. Acute Mountain Sickness (AMS)
Nadi stabil atau tidak dan sakit kepala adalah tanda-tanda bahwa anda memiliki AMS. Penderita juga akan mengalami gejala lain seperti ;
  • Mual / Muntah.
  • Kelelahan.
  • Kelesuan.
  • Kehilangan selera makan.
  • Kesulitan tidur.
Kabar baiknya adalah bahwa tubuh bisa menyembuhkan ini dengan sendirinya. Anda hanya tinggal memberikan waktu yang cukup, meskipun untuk beradaptasi dengan ketinggian yang lebih tinggi. Turunlah ke tempat ketinggian terakhir dan beristirahatlah sampai terasa lebih baik.

2. High Altitude Cerebral Edema (HACE)
HACE awalnya muncul sebagai moderat untuk bentuk parah dari AMS. Petunjuk seperti pembengkakan otak dimulai dari kebingungan dan kehilangan keseimbangan. Tanda-tandanya yaitu :
  • Tidak bisa berjalan garis lurus, tumit sampai ujung kaki.
  • Tidak bisa menyeimbangkan diri dengan satu kaki.
Seseorang didiagnosis dengan HACE perlu degera diantar ke ketinggian yang lebih rendah. Menyembuhkan dengan hanya membawa turun'pun tidak cukup membantu, sehingga anda harus berfikir tentang cara menghubungi bantuan medis.


3. High Altitude Pulmonary Edema (HAPE)
HAPE mungkin tidak didahului oleh AMS atau HACE. Gejala awal adalah sesak nafas disertai batuk kering. Sedangkan tanda-tanda bahwa paru-paru terus terisi cairan meliputi ;
  • Sesak nafas yang semakin buruk.
  • Kelelahan tak terduga dan ketidakmampuan untuk mengerahkan diri sendiri.
  • Batuk basah yang semakin parah.
Untuk mencegah stress tambahan pada paru-paru, penderita HAPE harus dibawa ke ketinggian yang lebih rendah segera. Jika tidak diobati, HAPE bisa menyebabkan kematian. Jika gejala menetap, gunakan bantuan medis.
gejala penyakit ketinggian
Gelaja AMS - HACE - HAPE

Perawatan Lanjutkan untuk Altitude Sickness

Ibuprofen, acetaminophen dan aspirin, semuanya membantu meringankan sakit kepala yang berhubungan dengan AMS dan HACE. Obat ini tidak biasa untuk menahan sakit kepala terus menerus. Sakit kepala biasanya akan selesai setelah turun ke ketinggian rendah atau diberikan waktu bagi tubuh untuk beradaptasi dengan ketinggian yang lebih tinggi. 

Pencegahan Altitude Sickness

Tidak mengherankan jika mengelola ketinggian dan pendakina adalah kunci untuk menghindari penyakit ketinggian. Jika anda melakukan hal ini secara efektif, tubuh anda bisa menyesuaikan diri pada tekanan udara yang berbeda. Aklimatisasi merupakan hal yang tepat untuk beradaptasi dengan ketinggian. Jika anda memberikan waktu pada tubuh untuk melakukan aklimatisasi (upaya adaptasi di lingkungan baru), denyut jantung dan pernafasan akan semakin cepat, darah akan mengembang lebih tinggi dari sel darah merah normal dan sisa sel anda perlahan akan berubah juga, sehingga mereka menggunakan oksigen dengan efisien.

Jika anda memberikan setidaknya dua hari untuk mencapai ketinggian 3.000 mdpl ke 5.000 mdpl, dan membatasi pendakian harian hanya 1.000 mdpl, tubuh anda akan memiliki kesempatan yang lebih baik untuk beradaptasi. Perhatikan juga bahwa ketinggian lokasi tidur anda adalah kuncinya. Anda bisa naik lebih tinggi pada hari tertentu selama anda datang dan kembali ke ketinggian 'lokasi dimana anda tidur', batasi di tempat itu.

Semua orang beradaptasi pada tingkat yang berbeda. Anda mungkin bisa menyesuaikan diri lebih cepat maupun kurang cepat dari aturan diatas. Usia, jenis kelamin, ras, maupun tingkat kebugaran tidak sepenuhnya berhubungan dengan tingkat cepat-lambatnya kemampuan adaptasi. Luangkan waktu anda untuk mendengarkan tubuh anda, only you knows your body. Selamat Berpetualang !

Share :

Facebook Twitter Google+

0 Response to "Cara Mengidentifikasi dan Mengobati "Altitude Sickness""

Post a Comment