7 Prinsip Penting "Leave No Trace" Untuk Penggiat Alam

7 Prinsip "Jangan Tinggalkan Jejak". Siapapun yang sering menghabiskan banyak waktu di alam bebas, tentu tidak asing dengan istilah "Jangan Tinggalkan Jejak". Hal tersebut adalah prakter terbaik yang harus diikuti untuk menikmati sekaligus melindungi rumah alam kita. Setiap tahun, ada banyak daerah yang terkena dampak sampah, satwa liar yang terhabituasi, erosi jalan, sumber air tercemar dan lain sebagainya. Sementara kebanyakan kita tidak bermaksud menyakiti lingkungan alam. Mungkin kita memang tidak memiliki pengetahuan untuk melestarikan alam, sehingga hanya melihat beberapa perilaku yang menunjukkan hal itu. Lalu siapa yang harus menggunakan prinsip "Jangan Tinggalkan Jejak"?
Prinsip Leave No Trace
Anda pasti pernah mendengar "Jangan ambil apapun kecuali gambar, "Jangan membunuh apapun kecuali waktu, jangan tinggalkan apapun kecuali jejak". Ya.. hanya jejak kaki yang boleh ditinggalkan. Prinsip "Jangan Tinggalkan Jejak" dimulai sebagai panduan penggiat alam bebas di tempt terpencil yang biasanya berkemah. Namun, beberapa panduan prinsip "Jangan Tinggalkan Jejak" juga berlaku untuk yang hidup di daerah perkotaan, maupun tempat yang paling sering dinikmati oleh wisatawan.

Ada 7 Prinsip "Tidak Meninggalkan Jejak", yaitu :

1. Rencanakan di Depan dan Persiapkan

Bila anda kurang siap, kemungkinan besar akan mengalami masalah. sehingga bisa menyebabkan situasi dimana anda menjadi lelah dan takut. Hal ini bisa menjadi penyebab anda terpaksa melakukan pilihan yang buruk. Merencanakan segala sesuatu di deoan mencangkup melakukan penelitian tentang tujuan anda, sehingga anda bisa berkemas dengan tepat. Anda memerlukan beberapa Tips Backpacking yang akan berguna dalam hal ini. Berikut hal-hal yang bisa menjadi pertimbangan untuk merencanakan dan mempersiapkan perjalanan :
  • Ketahui peraturan dan perhatian khusus untuk area yang akan dikunjungi.
  • Siapkan untuk cuaca ektrim dan keadaan darurat.
  • Jadwalkan perjalanan anda untuk menghindari kunjungan yang tinggi.
  • Datanglah dalam kelompok kecil jika memungkinkan. Pertimbangkan untuk membelah kelompok besar menjadi kelompok kecil.
  • Isi ulang makanan untuk meminimalkan limbah.
  • Gunakan peta dan kompas untuk menghilangkan penggunaan cat, batuan maupun tanda di pohon.
Rencanakan dan Persiapkan

2. Berkemah di Tempat yang Tahan Lama

Saat menjelajahi daerah sekitar dan berniat berkemah, carilah jenis medan yang tepat. Permukaan tanah tahan lama dan ideal meliputi jalan setapak dan tempat perkemahan, batu, kerikil dan rumput. Jika berada di daerah yang populer, pertimbangkan hal-hal berikut :
  • Konsentrasilah pada jalur yang ada dan tempat berkemah.
  • Berkemahlah setidaknya 6 meter dari danau dan sungai.
  • Bangun kemah kecil anda dan beraktivitaslah di tempat dengan vegetasi jarang.
  • Berjalanlah tetap ikuti jalan setapak meski jalannya basah atau berlumpur.
Jika anda berada di tempat yang masih alami, hindari membuka tempat perkemahan maupun jalan setapak baru.

3. Buang Limbah dengan Benar

Prinsip ini berlaku untuk segala limbah mulai dari air kumur hingga kotoran manusia. Lalukan beberapa hal berikut :
  1. Periksa tempat kemah anda dan kemas sampah makanan, makanan sisa maupun makanan yang tumpah. Selalu tinggalkan tempat lebih bersih dari sebelumnya.
  2. Simpan sampah manusia padat di bawah tanah. Gali di kedalaman 6-8 inch dan minimal 10 meter dari air, tempat camp maupun jalan setapak. Tutup saat selesai.
  3. Pakailah kertas toilet dan produk kebersihan.
  4. Untuk mencucui diri atau piring, bawalah air setidaknya 10 meter dari sungai atau danau. Gunakan sejumlah kecil sabun biodegradable.
Buang Sampah Dengan Benar

4. Tinggalkan Apapun yang Ditemukan

Seperti kode etik pecinta alam, tinggalkan jejak kaki saja sangat baik. Lebih baik lagi jika anda meninggalkan lebih sedikit jejak kaki. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam meninggalkan apapun yang ditemukan, yaitu :
  1. Pertahankan situs sejarah masa lalu. Anda bisa memeriksa, tapi usahakan tidak menyentuk struktur budaya, sejarah dan artefak.
  2. Tinggalkan batu, tanaman dan benda alam lainnya jika menemukannya.
  3. Jangan membangun struktur, furnitur atau menggali parit. 

5. Minimalkan Dampak Api Unggun

Bisa dibilang api unggun adalah ritual berkemah abadi, tapi api unggun juga bisa menjadi perusak alam. Pilihan yang lebih baik adalah kompor ringan untuk memasak dan lentera lilin untuk cahaya. Beberapa hal yang harus diperhatikan untuk meminimalkan dampak api unggun : 
  1. Jagalah api tetap kecil. Gunakan ranting yang bisa dipatahkan dengan tangan untuk membuat api unggun.
  2. Bakar semua kayu dan bara menjadi abu, padamkan api sepenuhnya dan hancurkan abu dingin.
  3. Bila terjadi kebakaran, tutup api unggun dengan tanah.
Anda harus paham Cara Membuat Api Unggun yang Aman dan bisa menjadi pedoman untuk mencegah hal buruk terjadi.

6. Hormati Satwa Liar

Jangan mendekati binatang liar. Mengenai hewan liar, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu :
  1. Amati satwa liar dari kejauhan. Jangan ikuti atau mendekati mereka.
  2. Jangan pernah memberi makan hewan karena memberi makan satwa liar bisa mengubah perilaku alami dan menghadapkan mereka pada predator berbahaya lainnya.
  3. Lindungi makanan anda dengan nyimpan makanan dan sampah dengan aman.
  4. Hindari satwa liar selama masa sensitif seperti masa kawin, bersarang, membesarkan anak dan musim dingin.
Hormati Hewan Liar

7. Jadilah Perhatian Orang Lain

Perlakukan orang lain seperti anda ingin diperlakukan. Hal tersebut juga berlaku di luar rumah. Bagaimana caranya? 
  1. Hormati pengunjung lain dan lindungi kualitas pengalaman mereka.
  2. Bersikaplah sopan terhadap siapapun di jalur.
  3. Istirahat dan berkemahlah tidak terlalu dekat dengan jalan setapak maupun dari pengunjung yang lain, kecuali terpaksa.
  4. Biarkan suara alam menang. Hindari suara keras.
Jadilah Perhatian Orang Lain
Itu adalah 7 prinsip "Jangan Tinggalkan Jejak" yang perlu diketahui selaku pecinta alam. Sebelum menuju ke alam terbuka, jagalah 7 hal diatas. Perilaku dan jejak yang ditinggalkan bisa menjadi faktor hilangnya ciri khas natural alam kita. Memulai prinsip Leave No Trace bisa dimulai dari hal-hal kecil di sekeliling dan katakan "jangan tinggalkan jejak kecuali jejak kaki" dimanapun anda berada. Selamat Berpetualang !

Share :

Facebook Twitter Google+

0 Response to "7 Prinsip Penting "Leave No Trace" Untuk Penggiat Alam"

Post a Comment